Selasa, 11 April 2017

Semar

SEMAR ???

        Semar adalah nama tokoh panakawan paling utama dalam pewayangan Jawa dan Sunda. Tokoh ini dikisahkan sebagai pengasuh sekaligus penasihat para kesatria dalam pementasan kisah-kisah Mahabharata dan Ramayana. Tentu saja nama Semar tidak ditemukan dalam naskah asli kedua wiracarita tersebut yang berbahasa Sanskerta, karena tokoh ini merupakan asli ciptaan pujangga Jawa.
         Menurut sejarawan Prof. Dr. Slamet Muljana, tokoh Semar pertama kali ditemukan dalam karya sastra zaman Kerajaan Majapahit berjudul Sudamala[butuh rujukan]. Selain dalam bentuk kakawin, kisah Sudamala juga dipahat sebagai relief dalam Candi Sukuh yang berangka tahun 1439[butuh rujukan].
         Semar dikisahkan sebagai abdi atau hamba tokoh utama cerita tersebut, yaitu Sahadewa dari keluarga Pandawa. Tentu saja peran Semar tidak hanya sebagai pengikut saja, melainkan juga sebagai pelontar humor untuk mencairkan suasana yang tegang.
         Pada zaman berikutnya, ketika kerajaan-kerajaan Islam berkembang di Pulau Jawa, pewayangan pun dipergunakan sebagai salah satu media dakwah. Kisah-kisah yang dipentaskan masih seputar Mahabharata yang saat itu sudah melekat kuat dalam memori masyarakat Jawa. Salah satu ulama yang terkenal sebagai ahli budaya, misalnya Sunan Kalijaga. Dalam pementasan wayang, tokoh Semar masih tetap dipertahankan keberadaannya, bahkan peran aktifnya lebih banyak daripada dalam kisah Sudamala.
        Dalam perkembangan selanjutnya, derajat Semar semakin meningkat lagi. Para pujangga Jawa dalam karya-karya sastra mereka mengisahkan Semar bukan sekadar rakyat jelata biasa, melainkan penjelmaan Batara Ismaya, kakak dari Batara Guru, raja para dewa.
        Sebagai bangsa Indonesia kita harus dapat membuka sejarah kita sendiri bukan sejarah yang dituliskan oleh kaum penjajah untuk mengaburkan sejarah bangsa kita sendiri. Sejatinya Semar adalah Sabda Palon dalam sosok sesungguhnya. Beliau adalah penasihat raja majapahit Kertabhumi V. beliau mengundurkan diri dari majapahit setelah Raja Kertabhumi menjadi mualaf.
        Dan sosok ini diabadikan dalam tokoh pewayangan oleh Sunan Kalijaga melalui sosok Semar. Yang kita ketahui Semar adalah sosok pengayom bagi tuannya. Sosok ini dapat disaksikan dalam patung di candi cetho
       Sabdo Palon adalah dirinya Semar yang artinya meliputi segala wujud. Yang berarti sosoknya antara yang berwujud dan tak berwujud, antara khayalan dan kenyataan, antara ada dan tiada.
      Akan tetapi masih diragukan, karena Sabdo Palon adalah sosok penasihat Prabu Kertabhumi sementara Semar adalah penasihat para Pandawa. Tapi fakta kemunculan sosok Semar maupun Sabda Palon yaitu pada zaman Sunan Kalijaga.
Mari Menguak Sejarah Bangsa yang Sesungguhnya………………….